TPAK Sumut Turun Tipis Meski Angkatan Kerja Bertambah 28 Ribu Orang per Mei 2026, BPS Catat Sektor Ini Paling Banyak Serap Tenaga Kerja

Kepala BPS Sumatera Utara Asim Saputra memaparkan data ketenagakerjaan Sakernas Mei 2026 di Medan.
Penulis: Zahra Kurniawati
Rabu, 05 Agustus 2026 | 19:59:01 WIB

MEDAN — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara merilis data terbaru ketenagakerjaan yang menunjukkan adanya pergeseran struktur pasar kerja. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, jumlah penduduk yang bekerja mencapai 7,752 juta orang, naik 25 ribu orang dari posisi Februari 2026. Meski angka pengangguran juga bertambah 3 ribu orang menjadi 411 ribu orang, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) hanya naik tipis ke angka 5,03 persen.

Kepala BPS Sumut, Asim Saputra, menjelaskan bahwa pertumbuhan penduduk usia kerja menjadi faktor utama di balik dinamika ini. "Penduduk usia kerja merupakan semua orang yang berumur 15 tahun ke atas. Penduduk usia kerja cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk di Provinsi Sumatera Utara," ujarnya di Medan, Rabu (05/08/2026).

TPAK Perempuan Naik, Laki-laki Justru Turun

Fenomena menarik terlihat dari partisipasi ekonomi berdasarkan gender. TPAK laki-laki tercatat sebesar 83,72 persen, mengalami penurunan 0,24 persen poin dibandingkan Februari 2026. Sebaliknya, TPAK perempuan menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan 0,19 persen poin, meski angkanya masih tertinggal jauh di posisi 54,88 persen.

Kondisi ini menggambarkan bahwa meskipun secara agregat TPAK turun, justru terjadi peningkatan keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi. Sementara itu, dari sisi penyerapan tenaga kerja, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi tulang punggung perekonomian Sumut dengan menampung 2,156 juta orang atau 27,81 persen dari total penduduk bekerja.

Sektor Mana yang Paling Banyak Menyerap Pekerja Baru?

Data Sakernas Mei 2026 menunjukkan pergeseran signifikan pada sektor perdagangan besar dan eceran yang menyerap tambahan 7,64 ribu pekerja. Disusul penyediaan akomodasi dan makan minum yang bertambah 4,89 ribu orang, serta aktivitas keuangan dan asuransi yang mencatatkan lonjakan hingga 4,64 ribu orang.

Sebaliknya, sektor pertambangan dan penggalian justru kehilangan 1,53 ribu pekerja, menjadikannya sektor dengan penurunan penyerapan tenaga kerja paling dalam. Adapun sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas dan udara dingin menjadi lapangan usaha dengan kontribusi terkecil, hanya menyerap 0,22 persen tenaga kerja.

Kualitas Pekerjaan: Formal Menyusut, Setengah Pengangguran Meningkat

Sorotan lain datang dari kualitas pekerjaan. Penduduk yang bekerja pada kegiatan formal tercatat sebanyak 3,249 juta orang atau 41,92 persen dari total pekerja, angka ini turun 0,17 persen poin dibanding Februari 2026. Penurunan ini berbanding terbalik dengan kenaikan persentase setengah pengangguran yang melonjak 2,12 persen poin, sementara pekerja paruh waktu mengalami penurunan 0,43 persen poin.

Asim Saputra menegaskan definisi yang digunakan dalam pendataan ini. "Bekerja adalah kegiatan melakukan pekerjaan dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh penghasilan atau keuntungan paling sedikit selama satu jam dalam seminggu terakhir," jelasnya. Struktur ketenagakerjaan yang dirilis ini diharapkan menjadi acuan bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam merumuskan kebijakan pasar kerja daerah ke depan.

Reporter: Zahra Kurniawati