BGN Siapkan 114 Dapur Makan Bergizi Gratis untuk Wilayah 3T dan Stunting Tinggi, Nias Masuk Prioritas

BGN mengaktifkan 114 dapur MBG baru di wilayah 3T dan daerah dengan angka stunting tinggi, termasuk Nias.
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:16:01 WIB

JAKARTA — Rencana perluasan layanan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya menyentuh wilayah prioritas. Sebanyak 114 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru akan diaktifkan Badan Gizi Nasional (BGN) mulai pekan depan, menyasar daerah dengan angka stunting tinggi dan kawasan tertinggal, terdepan, serta terluar (3T).

Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan, titik-titik yang siap beroperasi tersebut berlokasi di sejumlah provinsi, termasuk Nias yang masuk wilayah Sumatera Utara. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers di Gedung BGN, Jumat (7/8/2026).

"Jadi di minggu depan, kami ingin merilis kira-kira lebih dari 100 titik yang tersebar di Papua, di NTT, Maluku, Maluku Utara, dan khususnya di situ, dan Nias kalau tidak salah," ujar Sudaryono.

Pemilihan Titik Berdasarkan Data Stunting, Bukan Pemerataan

Pengaktifan dapur ini tidak dilakukan serentak untuk semua lokasi yang sudah mendaftar. BGN mencatat ada sekitar 13 ribu titik yang masuk dalam sistem, namun hanya sebagian yang akan diaktifkan terlebih dahulu.

Sudaryono menegaskan bahwa pihaknya menyisir lokasi berdasarkan kebutuhan. Saat ini, terdapat sekitar 1.700 titik yang berada di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi, dan titik-titik inilah yang menjadi prioritas utama layanan.

"Jadi bukan berarti 13 ribu dapur besok nyala semua, bukan. Tapi kami prioritaskan pada titik-titik di mana sangat dibutuhkan karena stunting-nya tinggi dan stunting-nya sangat tinggi dan 3T," jelasnya.

Moratorium Bersifat Terbatas dan Berbasis Sistem

Menanggapi isu moratorium pembukaan dapur baru, Sudaryono memberikan klarifikasi. Kebijakan tersebut diterapkan secara selektif melalui sistem, bukan penghentian total.

Menurutnya, pembukaan titik baru tetap dimungkinkan selama sistem menilai wilayah tersebut memang membutuhkan layanan. Dapur yang telah beroperasi akan tetap berjalan sembari BGN menambah titik baru di lokasi prioritas lainnya.

"Kalau dibilang moratorium, jadi gini, saya ulangi ya, moratoriumnya itu terbatas by system. Kita buka sesuai kebutuhan," kata Sudaryono.

Waspadai Pungutan Liar Aktivasi Dapur MBG

Di tengah proses perluasan ini, BGN mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai oknum yang mengatasnamakan pejabat atau lembaga tersebut. Sudaryono menegaskan bahwa penentuan lokasi dapur sepenuhnya ditentukan oleh sistem dan keputusannya.

Ia meminta warga tidak mempercayai pihak mana pun yang menawarkan bantuan percepatan aktivasi dapur dengan imbalan sejumlah uang. Praktik semacam itu dipastikan bukan bagian dari prosedur resmi BGN.

"Penentuan titiknya by system. Saya yang tentukan," tegasnya.

Masyarakat yang menemukan indikasi pungutan liar atau penipuan diminta segera melapor ke kepolisian. Hal ini penting untuk menjaga integritas program MBG yang tengah berjalan di berbagai daerah.

Reporter: Alif Bais Khoiriyah