Usai TC China, Dewa Putu Yadi Siap Tempur di Asian Games 2026
NAVIGASI.CO.ID — Dewa Putu Yadi Suteja tak hanya mengasah kemampuan di dalam negeri. Ia menjalani pemusatan latihan di China dan turun di Kejuaraan Dunia Menembak Hangzhou untuk menambah jam terbang melawan penembak kelas dunia.
Atlet spesialis rapid fire pistol 25 meter ini mengaku kompetisi tingkat Asia selalu menjadi ujian berat. Ia harus berhadapan dengan penembak-penembak tangguh dari China, Korea Selatan, India, dan tuan rumah Jepang.
Padatnya Rutinitas Latihan di Senayan
Prajurit TNI AD yang bertugas di Rindam Udayana ini menjalani latihan enam hari sepekan di Lapangan Tembak Senayan, Jakarta. Jadwalnya padat: sesi pagi pukul 08.00-11.30 WIB, lalu dilanjutkan sesi siang pukul 13.30-16.00 WIB.
"Saya memperbanyak latihan tanding agar lebih terbiasa dengan kompetisi," kata Dewa Putu Yadi di Denpasar, Selasa (25/8/2026).
Usai sesi teknik, ia menutup hari dengan latihan fisik. Fokusnya menjaga stamina dan kebugaran tubuh, karena olahraga menembak menuntut konsentrasi dan fokus tinggi dalam durasi panjang.
Kejurnas Perbakin Jadi Pemanasan Terakhir
Menuju keberangkatan ke Jepang pada 20 September, Dewa Yadi punya satu agenda penting: Kejurnas Menembak dalam rangka HUT Perbakin di Jakarta. Ajang ini ia manfaatkan sebagai pemanasan sekaligus evaluasi akhir sebelum bertolak ke Nagoya.
"Kejurnas Perbakin itu menjadi ajang pemanasan saya sebelum nanti berangkat ke Jepang 20 September," ungkap atlet kelahiran 44 tahun silam itu.
Dengan kombinasi latihan teknik, fisik, dan jam terbang internasional, Dewa Yadi berharap bisa tampil maksimal dan mengharumkan nama Indonesia di pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut.