Kanwil Ditjenpas Sumut dan UINSU Teken Kerja Sama Pembinaan Warga Binaan, 16 Lembaga Ikut Serta
MEDAN — Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjawab tantangan pemasyarakatan di Sumatera Utara, terutama persoalan overkapasitas yang membelit lapas dan rutan. Dari total 32.827 penghuni, sekitar 31.000 orang di antaranya merupakan warga asli Sumatera Utara, sehingga pembinaan yang efektif menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar wacana.
Kepala Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara, Jalu Yuswa Panjang, menegaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi dan instansi terkait diharapkan mampu mendorong transformasi pembinaan yang lebih modern dan berdampak nyata bagi para warga binaan.
"Kolaborasi adalah kunci dalam membangun pemasyarakatan yang semakin maju dan berdampak. Melalui penandatanganan kerja sama ini, kami berharap seluruh mitra dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan bagi warga binaan," ujar Jalu Yuswa Panjang dalam sambutannya.
UINSU Sudah Mendampingi Warga Binaan Sejak Empat Tahun Terakhir
Keterlibatan UINSU dalam program pembinaan bukan hal baru. Wakil Rektor IV UINSU, Prof. Dr. Muzakkir, M.Ag., mengungkapkan bahwa institusinya telah menjalin kemitraan erat dengan pemasyarakatan sejak empat tahun lalu, jauh sebelum restrukturisasi kementerian digulirkan.
Sebagai perguruan tinggi Islam negeri terbesar di Sumatera Utara, UINSU konsisten mendampingi warga binaan yang akrab disapa santri dan santriwati. Berbagai program nyata telah berjalan, mulai dari Cahaya Ramadhan di Balik Jeruji, pengabdian masyarakat lewat LP2M dan Pascasarjana dalam program Ngaji (Ngabdi di Balik Jeruji), hingga penanaman pohon Matoa di Rutan Perempuan Kelas IIA Medan sebagai wujud implementasi ekoteologi.
Para dosen dan mahasiswa, termasuk relawan kemanusiaan Dr. Adi Sucipto, M.Ag., secara sukarela mendatangi lapas dan rutan di berbagai kabupaten/kota. Mereka membawa tim kesehatan, memberikan pembinaan keagamaan, hingga mendampingi prosesi syahadat bagi warga binaan tanpa imbalan.
Dua Inovasi Baru: Smart Zero Waste dan Dashboard SIPINTAR
Puncak acara ditandai dengan peluncuran dua inovasi strategis. Smart Zero Waste Pemasyarakatan hadir sebagai komitmen pengelolaan sampah domestik lapas agar menjadi produk bernilai ekonomis dan produktif, sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama dalam penguatan ekoteologi.
Sementara itu, Dashboard SIPINTAR diluncurkan sebagai sistem digital terintegrasi untuk monitoring, evaluasi, dan pengendalian tata kelola pemasyarakatan secara akurat dan akuntabel. Sistem ini diharapkan meningkatkan transparansi dan kecepatan pelaporan di lingkungan Kanwil Ditjenpas Sumut.
16 Mitra Strategis dan Aneka Usaha Produktif Warga Binaan
Penandatanganan PKS melibatkan sejumlah institusi terkemuka, di antaranya Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas Prima Indonesia, Universitas Dharmawangsa, RSUD Dr. Pirngadi Medan, dan Puskesmas Medan Helvetia. Dukungan pelestarian lingkungan juga datang dari PT PP Project BRT Mebidang melalui penyerahan bibit pohon.
Setelah seremoni, para tamu undangan meninjau langsung hasil karya kreatif warga binaan serta area kebun dan unit peternakan produktif yang dikelola mandiri. Usaha tersebut meliputi peternakan lele, ayam petelur, hingga ayam kampung yang menjadi bukti nyata kemandirian ekonomi di dalam lapas.
Acara yang dihadiri jajaran Forkopimda, akademisi, dan pimpinan instansi vertikal ini juga dimeriahkan penampilan tari persembahan dari warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Medan. Sinergi yang semakin kokoh ini diharapkan terus menghadirkan pembinaan yang humanis dan berkelanjutan di Sumatera Utara.