BI Proyeksi Ekonomi Sumut Tumbuh 5,7 Persen di 2026, Ditopang Ekspor CPO dan Investasi yang Naik Hampir Dua Kali Lipat

Gubernur BI Sumut memproyeksikan ekonomi daerah tumbuh 5,7 persen pada 2026, ditopang ekspor CPO dan investasi.
Penulis: Sutomo
Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:19:02 WIB

MEDAN — Perekonomian Sumatera Utara (Sumut) menunjukkan akselerasi di tengah ekonomi global yang melambat. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan ekonomi daerah ini mencapai 5,06 persen secara year on year (yoy) pada Triwulan II-2026, meningkat dari 4,98 persen pada triwulan sebelumnya.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, menyebut kinerja ini salah satunya didorong membaiknya ekspor komoditas utama. Pertumbuhan ekspor CPO melonjak dari 2,67 persen menjadi 7,39 persen, seiring pelemahan nilai tukar Rupiah yang membuat harga komoditas Indonesia lebih kompetitif di pasar global.

Efek Domino Kebangkitan Harga CPO ke Sektor Pertanian dan Industri

“Jika CPO bangkit, ekonomi Sumut pasti bergerak. Peningkatan produksi CPO ini juga memengaruhi pilar industri pengolahan yang naik dari 1,53% menjadi 1,96%, serta sektor pertanian yang naik dari 0,41% menjadi 1,61%,” papar Ameriza dalam kegiatan Bincang Bareng Media Ekonomi dan Bisnis Medan, Jumat (7/8/2026).

Perbaikan di sektor hilir dan hulu ini berdampak pada meningkatnya konsumsi rumah tangga dan perdagangan. Sektor perdagangan bahkan menjadi penggerak utama dengan pertumbuhan mencapai 10,06 persen. Sektor konstruksi juga mengalami akselerasi seiring pembangunan kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Selain itu, belanja Pemerintah Pusat melalui Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan Tol Trans-Sumatera, hingga program Sekolah Rakyat dan Koperasi Desa turut menyuntik pertumbuhan ekonomi Sumut.

Investasi Naik Hampir Dua Kali Lipat, Medan Disiapkan Jadi Pusat MICE

Realisasi investasi di Sumut tercatat melonjak dari Rp301 miliar menjadi Rp545 miliar. Dengan posisi geografis yang strategis dan kedekatan dengan Malaysia serta Singapura, Ameriza menilai Medan memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai pusat Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE).

“Prospek ke depan, kami meyakini sepanjang tahun 2026 ini perekonomian Sumatera Utara masih mampu tumbuh antara 4,9% sampai 5,7%,” tegasnya. BI juga memperkirakan inflasi Sumut akan kembali ke sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen, setelah pada tahun sebelumnya sempat menyentuh 4,66 persen.

OJK: Pertumbuhan Kredit Perlu Digenjot ke 9,8 Persen

Optimisme BI diamini oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumut. Hingga Semester I-2026, realisasi pertumbuhan kredit perbankan baru mencapai 7,55 persen. Angka ini dinilai belum cukup untuk menopang target pertumbuhan ekonomi minimal 4,9 persen.

“Menyambung optimisme Bank Indonesia terkait target pertumbuhan ekonomi Sumut sebesar 4,9%–5,7% di akhir tahun 2026, realisasi pertumbuhan kredit perbankan pada Semester I telah mencapai 7,55%. OJK optimistis sektor jasa keuangan dapat berkontribusi maksimal,” ujar Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Sumut, Yovvi Sukandar.

Untuk mengejar target tersebut, OJK memperkirakan pertumbuhan kredit perlu mencapai sekitar 9,8 persen hingga akhir tahun. Kondisi perbankan dinilai sehat dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) di level 62,6 persen dan Non-Performing Loan (NPL) Gross yang rendah, yakni 1,9 persen.

Restrukturisasi Kredit Bencana Capai Rp1,6 Triliun dan Ribuan Aduan Konsumen

OJK Sumut mencatat restrukturisasi kredit akibat bencana hidrometeorologi November 2025 telah mencapai Rp1,6 triliun hingga Semester I-2026. Dari jumlah tersebut, sektor perbankan merealisasikan restrukturisasi sekitar Rp1,4 triliun bagi 45.230 debitur UMKM. Lokasi terdampak terbesar berada di Deli Serdang, Langkat, dan Medan.

Di sisi perlindungan konsumen, OJK Sumut menerima 1.878 pengaduan hingga Semester I-2026. Dominasi aduan terkait petugas penagihan, data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), serta pemblokiran rekening agen Laku Pandai. Selain itu, terdapat 877 pengaduan melalui Satgas PASTI terkait pinjaman online dan investasi ilegal.

OJK kini melakukan pendalaman terhadap delapan entitas yang berada di Medan, Deli Serdang, Binjai, dan Toba. Sementara itu, Indonesia Anti-Scam Centre mencatat sekitar 22.000 pelaporan yang masuk dari wilayah Sumatera Utara.

Reporter: Sutomo