Indonesia Siapkan Bursa Komoditas Icomex, Harga CPO dan Nikel Tak Lagi Ditentukan Asing

Petugas menunjukkan layar pemantau harga komoditas di area bursa berjangka.
Penulis: Redaksi
Senin, 17 Agustus 2026 | 11:27:31 WIB

SUMATERA UTARA — Wacana pembentukan bursa komoditas nasional ini mengemuka di tengah tekanan fluktuasi harga global yang kerap merugikan produsen dalam negeri. Selama ini, harga CPO, nikel, dan batu bara acuan Indonesia lebih banyak ditentukan oleh indeks asing seperti Bursa Malaysia untuk CPO atau London Metal Exchange untuk nikel.

Kedaulatan Harga Jadi Prioritas Utama

Prasetyo menegaskan bahwa pembentukan Icomex lahir dari kebutuhan mendesak untuk mengembalikan kendali harga ke tangan Indonesia. "Intinya adalah kedaulatan terhadap barang-barang yang kita miliki harus kita yang menentukan. Selama ini kan enggak," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8).

Pernyataan ini menegaskan posisi pemerintah yang menginginkan Indonesia tidak lagi menjadi penerima harga, melainkan penentu harga. Skema ini diyakini akan mengubah peta perdagangan komoditas nasional, terutama bagi eksportir yang selama ini harus tunduk pada patokan harga internasional.

Pilihan Terbuka: Gabung atau Mandiri?

Salah satu pertanyaan yang masih menggantung adalah nasib Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) yang sudah beroperasi lebih dulu. Prasetyo mengaku pemerintah masih mempertimbangkan berbagai opsi, apakah Icomex akan menjadi bursa baru yang berdiri sendiri atau justru melebur dengan ICDX.

"Bisa jadi kan mungkin bisa gabung, mungkin bisa sendiri," kata Prasetyo singkat. Keputusan final, lanjutnya, akan diumumkan setelah seluruh kajian teknis dan hukum rampung.

Mekanisme Harga Tetap Perhitungkan Pasar Dunia

Meski bertujuan memperkuat posisi tawar, pemerintah tidak menutup diri dari dinamika pasar global. Prasetyo memastikan bahwa mekanisme pembentukan harga di Icomex nantinya tetap mempertimbangkan biaya produksi dan harga internasional.

"Pasti," tegasnya saat ditanya apakah skema penetapan harga akan diumumkan secara rinci kepada publik.

Langkah ini sejalan dengan tren sejumlah negara penghasil komoditas besar yang mulai membangun bursa sendiri, seperti India dengan Multi Commodity Exchange dan China dengan Dalian Commodity Exchange. Indonesia, sebagai produsen CPO terbesar dunia dan pemilik cadangan nikel terbesar, dinilai memiliki posisi tawar yang kuat untuk melakukan hal serupa.

Kepastian daftar komoditas yang masuk dalam Icomex memang belum final. Namun, sinyal kuat pemerintah untuk menghadirkan bursa ini menjadi angin segar bagi pelaku industri hilir yang selama ini mengeluhkan ketidakadilan harga acuan. Jika berjalan mulus, Icomex bisa menjadi instrumen strategis untuk menjaga stabilitas pendapatan negara dari sektor komoditas.

Reporter: Redaksi