PANGANDARAN — Lomba lari Pangandaran Run 2026 resmi digelar dengan total 5.070 peserta yang terbagi dalam dua kategori. Kategori 5K diikuti 3.100 pelari, sementara kategori 10K diikuti 1.970 peserta. Komposisinya pun berimbang antara warga sipil dan aparat keamanan.
Letjen TNI Bobby Rinal Makmun mewakili Panglima TNI dalam pelepasan peserta. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan prajurit dan masyarakat melalui semangat olahraga dan sportivitas.
Siapa Saja yang Turun ke Lintasan?
Dari 5.070 peserta, sebanyak 2.421 orang merupakan masyarakat sipil. Sisanya, 2.649 orang, adalah personel TNI-Polri yang turut ambil bagian. Peserta datang dari berbagai kalangan, bukan hanya komunitas pelari.
Format lomba dibagi dua jarak tempuh agar bisa diikuti pelari pemula maupun yang sudah terbiasa. Kategori 5K menjadi pilihan mayoritas dengan 3.100 peserta, sedangkan 10K diikuti 1.970 orang.
Bakti Kesehatan Targetkan 500 Penerima Manfaat
Di luar lintasan lari, panitia menyiapkan layanan kesehatan bagi warga sekitar. Program itu meliputi sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan gratis. Target pelayanannya mencapai 500 orang.
Bantuan juga mengalir dalam bentuk lain. PT Pegadaian menyerahkan dua unit ambulans untuk mendukung layanan kesehatan di wilayah tersebut.
3.150 Paket Bansos dan 10 Motor untuk Warga Cijulang
Mabes TNI menyerahkan 2.150 paket bansos dan 10 unit motor bagi masyarakat Cijulang, Pangandaran. Sementara itu, PT Pegadaian menambahkan 1.000 paket bansos, sehingga total bantuan sosial yang disalurkan mencapai 3.150 paket.
Penyerahan bantuan ini menyasar warga di sekitar lokasi acara. Motor yang diberikan diharapkan menunjang mobilitas warga sehari-hari.
Mengapa TNI Pilih Format Lari dan Bakti Sosial Sekaligus?
Rangkaian kegiatan HUT ke-81 TNI ini dirancang untuk mendekatkan prajurit dengan rakyat. Melalui Pangandaran Run dan kegiatan sosial tersebut, TNI tidak hanya mengajak masyarakat membudayakan hidup sehat, tetapi juga memperkuat kepedulian dan kebersamaan.
Kombinasi olahraga dan layanan sosial menjadi cara TNI menunjukkan kehadiran yang dekat dengan rakyat. Komitmen yang ditekankan adalah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar seremoni peringatan ulang tahun.