Breaking

Satgas Bakti TNI Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Tetehosi Afia di Gunungsitoli, Progres Tembus 31 Persen

HE
Sabtu, 15 Agustus 2026
Satgas Bakti TNI Percepat Pembangunan Jembatan Gantung Tetehosi Afia di Gunungsitoli, Progres Tembus 31 Persen
Personel Satgas Bakti TNI mengerjakan pemasangan TPT tiang pilon dan pengecoran pada pembangunan Jembatan Gantung Tetehosi Afia di Gunungsitoli dengan progres mencapai 31 persen.

GUNUNGSITOLI — Personel Satgas Bakti TNI dari YTP 905/TS, Kodim 0213/Nias, dan Yonzipur I/DD bergerak di dua tepi sungai untuk merampungkan struktur utama jembatan. Pada tahap ini, pekerjaan difokuskan pada pemasangan TPT tiang pilon dan angkur, pelangsiran material ke tepi jauh, serta pengecoran tiang pilon.

Serka Rozaman Hulu dan Serda Harapan Zega diterjunkan langsung ke lokasi untuk memastikan setiap tahapan konstruksi berjalan sesuai prosedur. Material seperti pasir, batu pecah, besi, semen, serta peralatan pendukung berupa genset, molen, dan tali kawat telah disiagakan di titik pembangunan.

Mobilitas Warga dan Distribusi Hasil Pertanian Jadi Target Utama

Kehadiran jembatan ini bukan sekadar infrastruktur penyeberangan. Warga Desa Tetehosi Afia selama ini kesulitan mengangkut hasil pertanian saat musim hujan karena arus Sungai Afia yang deras. Setelah konstruksi rampung, akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pusat perekonomian dipastikan jauh lebih singkat.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, S.I.P., menyebut proyek ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

"Bakti TNI hadir untuk membantu menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan adanya jembatan ini nantinya, mobilitas warga akan semakin mudah dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih lancar. Ini juga menjadi bagian dari dukungan TNI AD terhadap program pembangunan yang diprakarsai Presiden RI Prabowo Subianto," ujarnya.

Konstruksi 30 Meter dengan Lebar Lintasan 20 Meter

Jembatan dirancang membentang 30 meter melintasi sungai dengan lebar 20 meter. Pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan prioritas utama pada kekuatan struktur, mengingat jembatan akan dilintasi warga yang membawa barang dagangan dan peralatan pertanian setiap hari.

Para tukang yang tergabung dalam satgas bekerja bersama personel TNI untuk menuntaskan sasaran fisik. Tidak ada target waktu pasti yang dirilis resmi, namun progres 31 persen menunjukkan pengerjaan berjalan sesuai jadwal yang direncanakan.

Setelah tahap pilon dan angkur tuntas, pekerjaan berikutnya difokuskan pada pemasangan rangka utama dan penguatan dek jembatan. Warga sekitar berharap infrastruktur ini bisa segera difungsikan sebelum akhir tahun.

Sumber: tobasatu.com

Berita Terkait

Lihat Semua

Berita Lainnya

Lihat Semua